Saturday, June 11, 2016

Pengembangan Kawasan Perdesaan

Dengan terbitnya UU no.6/2014 tentang Desa, ada energi baru untuk memeratakan pembangunan ke tingkat Desa.

Salah satu misi utama Pengembangan Wilayah ialah pemerataan pembangunan antar wilayah dan perimbangan pembangunan desa-kota (urban - rural), dengan terbitnya UU Desa ada big-push untuk mendorong perdesaan maju lebih cepat.

UU Desa diikuti pemberian kewenangan yang lebih luas kepada Desa, juga ada penyaruran Dana Desa sebesar l.k. Rp 1,4 milyar per-desa. Ini yang bisa disebut energi dan darah baru bagi perdesaan untuk bangkit menyejahterakan warganya.

Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam UU Desa ialah pendekatan melalui "pembangunan kawasan perdesaan" (pasal 83, 84 UU Desa). Kawasan perdesaan mempertemukan pendekatan "bottom-up" dengan "top-down", dan "sectoral based" dengan "region based".

Satu desa mungkin terlalu kecil bagi pengembangan "economic cluster", melalui pendekatan kawasan perdesaan hal itu bisa dilakukan.

Begitu pula dalam pengelolaan sumber daya alam, desa-desa bertetangga dapat mengelola bersama kawasan pantai, kawasan aliran sungai, dan lainnya, yang sulit dilakukan oleh tiap desa secara sendiri-sendiri. (Risfan Munir)

Sunday, April 03, 2016

Desa sebagai Akar Budaya

Desa merupakan akar budaya dan benteng budaya asli masyarakat kita.

Pengertian budaya yang luas mencakup perilaku, pranata sosial, kegiatan berkesenian, kegiatan budidaya dan ekonomi, kegiatan sosial, politik yang utuh, ada di desa. Tentu saja pada desa yang masih "utuh", yang belum terkoyak intervensi dan ivasi dari luar.

Monday, March 14, 2016

Aspek Budaya Desa

Desa sebagai permukiman terdahulu, terkecil memiliki sejarah budaya yang panjang.
Budaya dalam pranata perilaku yang baik.
Maupun budaya dalam karya seni dan teknologi tepat guna.

Friday, December 25, 2015

Penciptaan Lapangan Kerja

Lapangan kerja yang bisa diharapkan oleh MBR, ya:
1) wirausaha informal/mikro secara mandiri;
2) atau lapangan kerja dari pelaku ekonomi, "cipratan" dari  usaha menengah n besar.

Pada suatu kota/desa kadang keduanya temporer sifatnya. Tapi itulah yang ada. Bgmn pun kegiatan ekonomi harus ditingkatkan, investasi langsung perlu diundang. Cuma mampir atau (diusahakan) menetap. Karena kalau tidak, generasi muda pindah ke kota lain. Kota akan mati.

Sehingga strategi perlu strategi "ekonomi lokal"  untuk mrmperbaikinya a.l. dgn:
1) mendukung wirausaha mikro kecil untuk lbh berkualitas, dibela agar hambatan berkurang; networking antar usaha sejenis, hulu-hilir; pola kerjasama dgn usaha kecil-M-B,
2) posisi tawar pekerja diperbaiki baik untuk kepentingan "yg sdh kerja" maupun "pencari kerja". (Risfan Munir)

Wednesday, February 25, 2015

Ide Pembangunan Desa (8)

OTOP (One Tambon One Product)

OTOP adopsi dari OVOP di Thailand
OTOP diterapkan secara nasional
Tiap desa yang berminat, ikut di daerahnya
Mereka yang terpilih disertakan,
dipromosikan ke tingkat nasional
Dibangun outlet (toko produk, saprodi) di tiap daerah, wilayah, nasional

Produk dirating menurut kriteria:
kualitas produk dan segmen pasarnya
Standar produk: bintang 5, 4, 3, 2, dan 1
Segmen pasar: A (star), B (identity),
C (development), D (adjustment)
Kategori jenis produk: makanan, minuman,
aparel/garmen, souvenir, dan jamu.

RM, 260215

Powered by Telkomsel BlackBerry®